Panduan Cara Menanam Cabe Keriting, Pemupukan, dan Pemanenan

Panduan Cara Menanam Cabe Keriting, Pemupukan, dan Pemanenan - cara penanaman cabe keriting merupakan hal penting untuk para petani karena dengan mengetahui cara penanaman yang baik dan benar maka akan menghasilkan hasil panen yang melimpah.


Cabai merah keriting merupakan salah satu komoditas yang cukup menjanjikan karena dalam waktu tertentu harga cabe bisa melambung sangat tinggi sehingga para petani akan mendapatkan keuntungan yang cukup tinggi. Meskipun begitu, menanam cabai jenis ini juga tidak semudah menanam tanaman lain karena para petani cabe akan menemukan beberapa kendala tertentu yang menghambat pertumbuhan tanaman tersebut. Oleh karena itu, agar anda bisa mendapatkan keuntungan saat menanam cabe keriting, maka mempelajari cara penanaman cabe keriting merupakan hal penting agar anda bisa mendapatkan keuntungan yang lebih banyak ketika ingin membudidayakan tanaman ini. Selain itu, permasalahan seperti harga yang naik turun, cuaca yang tidak menentu hingga biaya produksi yang cukup tinggi juga menjadi tantangan lain yang akan anda hadapi jika berkeinginan membudidayakan cabe keriting.

1. Pengenalan Cabai keriting


Tanaman ini sendiri berasal dari benua Amerika yaitu tepatnya di Peru yang pada dasarnya memiliki iklim tropis dan subtropis. Iklim tersebut cukup mirip dengan keadaan di indonesia sehingga tanaman ini menjadi komoditas menarik bagi petani untuk membudidayakannya. Namun, meskipun begitu tidak semua tempat di indonesia cukup bagus untuk menanam cabe keriting sehingga apabila dipaksakan tanpa adanya perawatan khusus yang terjadi tanaman bisa mati atau terserang beberapa hama yang cukup mengerikan. Selain itu, kalaupun panen, biasanya hasil panen tidak sesuai dengan keinginan. Oleh karena itu, mempelajari dengan betul cara tanam memang sangat berpengaruh dengan hasil.

1.1 Klasifikasi Cabai Keriting

Divisi : Spermatophyta
Sub Divisi : Angiospermae
Kelas : Monocotyledonae
Genus : Capsicum
Family : Solaneceae
Spesies : Capsicum annuum L

1.2 Morfologi Cabai Keriting

Berikut ini adalah morfologi daun, batang, akar, bunga, dan buah cabai keriting:

1.2.1 Morfologi Daun Cabai Keriting

Oval atau lonjong, panjang 3-11cm dan lebar 1-5cm. Permukaan daun halus. Warna daun berkisar antara hijau muda, hijau sedang, hijau tua, hingga kebiruan.

1.2.2 Morfologi Akar Cabai Keriting

Jenis batang tidak berkayu, memiliki banyak cabang. Kulit batang berwarna hijau muda, hijau sedang, dan hijau tua. Batang yang sudah tua berwarna kecoklatan seperti kayu hasil dari pengerasan dari jaringan parenkim batang.

1.2.3 Morfologi Akar Cabai Keriting

Akar serabut halus dan banyak. Akar Utama tumbuh lebih besar ke bawah, biasanya berfungsi beagai akar tunggang semu.

1.2.4 Morfologi Bunga Cabai Keriting

Termasuk dalam subkelas Ateridae (bunga berbintang) sehingga bunga berbentuk bintang/ Warna mahkota adalah putih, kehijauan. Bunga terletak di ketiak daun, ada yang tunggal maupun bergerombol dalam tandan. Dalam 1 tandan tidak lebih dari 3 kuntum bunga.

Bunga sempurna yaitu dalam satu bunga terdapat bunga jantan dan betina sehingga dapat melakukan penyerbukan sendiri.

1.2.5  Morfologi Buah Cabai Keriting

Berukuran sedang, berbentuk bulat panjang, keriting, dengan daging buah yang tipis. Rasa super pedas membakar. Warna buah hijau saat muda dan berganti menjadi merah saat tua..

2. Jenis Cabai Keriting

Bagi orang awam, cabe mungkin hanya satu jenis saja. Padahal, cabe memiliki beberapa jenis yang cukup berbeda dari segi fisik, karakteristik, hingga rasa. Beberapa jenis cabe bisa berupa cabai hijau besar, cabai merah besar, cabai paprika, cabai hijau keriting, hingga cabai merah keriting. Karena memiliki jenis yang berbeda maka syarat tumbuh dari cabai pun cukup berbeda-beda. Beberapa cabe mungkin ada yang bisa tumbuh dimana saja. Akan tetapi, sebagiannya lagi ada yang tumbuh hanya didataran tinggi seperti cabai paprika. Sedangkan pada cabe merah, bisa ditanam di dataran rendah hingga dataran tinggi. Meskipun begitu, pemahaman cara menanam cabe wajib diketahui oleh orang yang ingin membudidayakannya.

3. Manfaat cabai keriting untuk Kesehatan

Seperti yang kita ketahui bahwa cabe memang merupakan salah satu bumbu masak utama yang tidak boleh ditinggalkan. Sebagian dari kita tentu merasa tidak lengkap apabila memasak tanpa adanya cabe keriting karena memang rasanya yang tidak terlalu pedas namun warnanya cukup menggugah selera. Walaupun begitu, jika ditinjau dari segi kesehatan, cabai keriting ternyata juga memiliki manfaat bagi tubuh. Beberapa manfaat yang bisa kita dapatkan dari mengkonsumsi cabe bagi kesehatan adalah sebagai berikut:

1. Penghangat badan
2. Menghasilkan energi
3. Menurunkan kadar gula dalam darah
4. Antioksidan
5. Menumbuhkan dan menutrisi kulit
6. Menurunkan kolesterol sekaligus mencegah penyakit jantung
7. Memenuhi kebutuan mineral dalam tubuh
8. Meredakan pilek dan hidung tersumbat
9. Mencegah osteoporosis
Manfaat cabe tersebut diatas memang sangat besar bagi kesehatan. Hal itu disebabkan oleh kandungan yang ada didalamnya.

3. 1. Kandungan Nutrisi Cabai Keriting

Kandungan-kandungan yang berada didalam cabe memang sangat bagus bagi kesehatan. Untuk lebih jelasnya, berikut beberapa kandungan pada cabe yang perlu anda ketahui.
• Kaya vitamin A yang diperlukan tubuh untuk melawan infeksi akibat virus
• Kaya vitamin C
• Kaya antioksidan seperti solanin
• Mengandung senyawa capsaicin yang mampu mengencerkan lendir
• Kalsium
• Fosfor
• Protein
• Vitamin B1

4. Cara menanam cabai keriting

Apabila anda ingin membudidayakan cabe keriting, maka sebaiknya anda benar-benar mempelajarinya karena cabai jenis ini membutuhkan pemeliharaan yang benar mulai dari pemilihan bibit hingga akhir masa panen. Pemeliharaan, pemilihan varietas dan juga hal-hal yang mendukung peningkatan produktivitas juga harus benar-benar dijaga agar nanti hasilnya lebih bagus. Untuk itu, agar kalian bisa mendapatkan hasil panen yang melimpah, maka perlu memperhatikan beberapa hal berikut.

4. 1. Memilih bibit Cabai Keriting

Pemilihan bibit unggulan memang sangat bagus untuk mempengaruhi hasil panen kelak. Salah satu benih unggulan untuk jenis cabe rabet di Indonesia adalah cabe merah keriting Kawat dimana benih ini memiliki keunggulan dibandingkan dengan benih lainnya. Benih ini sendiri merupakan salah satu jenis benih tipe F1 super dengan kondisi buah berwarna merah mengkilap, lentur dan tidak mudah patah. Selain itu, pohonnya juga akan berbuah lebat dan tidak mudah rontok sehingga bisa menghasilkan buah cabe dengan panjang kira-kira 15-18 cm dan diameter 0,6-0,8 cm.

Untuk pembibitan ini sendiri, penyemaian sebaiknya menggunakan media polybag karena jika ditabur maka tidak menutup kemungkinan cabai-cabai akan tumbuh berimpitan sehingga akan mengakibatkan banyak cabai yang tidak terpakai. Sehingga dari sisi ekonomis, penggunaan polybag akan memberikan banyak keuntungan saat menanam.

4.2 Cara Semai Bibit Cabai Keriting


Untuk semai bibit cabe keriting, biasanya diperlukan beberapa langkah

4.2.1. Peram terlebih dahulu Biji Cabai

Setelah Anda membeli biji cabai keriting berkualitas seperti bibit jenis F1 super, kemudian lakukan langkah berikut
- Cari plastik ukuran kecil (biasa untuk obat), kemudian lubangi plastik tersebut
- Masukkan benih kedalamnya
- Rendam 8 - 12 jam menggunakan air hangat kemudian tiriskan
- Anda bisa langsung menanam benih di media tanam menggunakan pollybag / tray pot dan Anda juga bisa mengikuti step lain seperti pada gambar

4.2.2. Cara Menanam Benih Cabai Keriting di Traypot / Pollybag

Setelah benih sudah di peram (fungsinya agar benih lebih kuat dan cepat muncul tunas baru). Berikut adalah langkah selanjutnya.
- Siapkan pollybag / Traypot
- Isi dengan media tanam (dapat dibuat sendiri atau beli di toko tanaman / pertanian)
- Masukkan biji dengan menggunakan jari tangan untuk melubangi tanah media tanam
- Tutup lubang dan jaga kelembapan tanah, bisa disiram pagi dan sore.
- Jika sudah berumur 17 - 21 hari, seleksi bibit yang seukuran, sehat, dan kuat agar hasilnya maksimal saat dipindahkan ke lahan perkebunan.

4.2.3. Hal Yang Perlu Diperhatikan Dalam Semai Benih Cabai Keriting

- Jangan diberi pupuk
- Gunakan insektisida dan fungisida separuh dari dosis anjuran, namun jika tidak ada hama dan jamur, TIDAK PERLU DILAKUKAN PENYEMPROTAN.
- Usahakan dapat sinar matahari penuh dan hindari hujan menggunakan screen net.

4. 3 Menanam di pekarangan atau di pot

Untuk media penyemaian, sebaiknya anda memilih dipot atau polybag untuk menjaga pertumbuhan cabai lebih baik dan bisa dikontrol. Pada pot, media persemaian lebih baik diberi campuran tanah dan kompos dengan komposisi perbandingan sekitar 3 : 1. Lakukan juga persemaian dengan menghadap ke arah timur dengan dinaungi oleh atap plastik atau rumbia agar tidak terkena terik matahari secara langsung atau air hujan. Setelah itu, masukkan satu persatu biji bibit cabe satu per satu ke media semai tersebut. Setelah itu, tutup dengan lapisan tanah hingga tak terlihat.

Atau Anda dapat menggunakan media tanam yang biasa tersedia di toko-toko tanaman terdekat.

4. 4. Mengolah tanah jika di pekarangan dan Kebun


Selama menunggu bibit dipolybag, anda juga perlu mengolah tanah dengan baik dipekarangan agar nantinya bibit bisa tumbuh lebih subur. Oleh karena itu, jika lahan luas maka berilah pupuk kandang sebanyak 0,5 - 1 ton per 1000m2. Setelah itu, tanah diurug atau digaru agar tanah tersebut menjadi gembur dan pupuk kandang bisa tercampur dengan sempurna. Beri pupuk dasar Urea/ZA500, SP-36 300, KCL2000, lalu tabur per meter 100gr aduk rata. Diamkanlah selama 1 minggu dan untuk meningkatkan keasaman anda bisa menambahkan 0,25 ton per 1000m2.

Setelah itu, buatlah bedengan dengan lebar 100 cm dan jarak antar bedengan 60 cm. Setelah itu buatlah parit dengan lebar 80 cm.


Jangan pernah lupakan bahwa tingkat keasaman (pH) tanah yang ideal pada cabai adalah netral dengan ukuran 6.0 - 7.0  . Biasanya negara Indonesia memiliki pH tanah dibawah 6.0. Untuk mengatasi tanah yang asam yaitu dibawah 6.0 gunakan kapur dolomit (kapur pertanian) yang bisa Anda dapatkan di toko-toko pertanian dengan dosis 1/2kg per meter. Caranya dengan mencampur tanah dengan kapur pertanian kemudian didiamkan hingga 1 bulan. Ukur terus hingga mendapatkan pH netral yaitu 7.0 . Jika tanah tersebut ingin ditanami maka minimal tanah tersebut sudah disiram sebanyak 5x sebelum dilakukan pemupukan dasar.

Jika tanah bersifat basa yaitu lebih dari pH 7.0 maka sebaiknya turunkan pH tanah tersebut sebelum ditanami, caranya dengan menggunakan belerang atau sulfur.

Setelah bibit penyemaian sudah berumur 3 - 4 minggu, maka anda bisa memindahkan ke media tanam yang lebih luas. Proses penanaman ini sendiri sebaiknya dilakukan pada pagi hari ataupun sore hari saat sinar matahari belum begitu terik untuk menghindari bibit cabe tidak stres karena bibit masih dalam keadaan penyesuaian diri. Masukkanlah bibit bersama dengan media tanamnya kedalam lubang bedengan dan dilakukan secara hati-hati. Setelah itu, anda bisa langsung menyiramnya dengan air agar bedengan selalu dalam kondisi lembab.

4. 4. Kebutuhan air dan sinar matahari

Cara penanaman cabe keriting selanjutnya yang wajib diperhatikan adalah menjaga kebutuhan air dan sinar matahari pada tanaman. Untuk kebutuhan air sendiri, anda perlu memperhatikan kondisi tanah. Jika kondisi tanah dirasa kelembabannya masih kurang maka anda harus menyiramnya. Penyiraman pada musim kemarau sendiri biasanya dilakukan 2 kali sehari. Saat penyiraman, usahakan juga jangan sampai melukai beberapa tanaman yang baru anda tanam karena tanaman baru sangat rentan sekali patah. Adapun kebutuhan sinar, cabe biasanya membutuhkan sinar kurang lebih 12 jam sama seperti pada tanaman bawang.

4. 5. Pemupukan yang baik untuk cabai keriting

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan kaitannya dengan pemupukan tanaman cabai. Namun meskipun begitu, sebaik-baiknya cara adalah memberikan pupuk sesuai dengan apa yang dibutuhkan oleh tanaman itu sendiri. Jika anda menanam dengan cara tumpang sari atau monokultur, maka pemberian pupuk sebaiknya diberikan unsur hara NPK saja agar tanaman cabai bisa tumbuh subur, Walaupun begitu, pemberian pupuk bukan berarti akan memberikan hasil 100% berhasil. Pemberian nutrisi pada tanaman juga penting untuk mendukung tumbuh tanaman cabai.

Selain itu, cara budidaya cabe keriting pada tahap pemupukan ini bisa anda lakukan pada umur 1-4 minggu dengan memberikan pupuk SP 36, NASA dan KCL sebanyak 250 gram masing-masing pupuk untuk ukuran 50 liter berikan 50 cc setiap lubangnya. Dengan begitu, maka tanaman akan tumbuh subur hingga besar.

4. 6. Hama dan penyakit

Mengenal hama dan jenis penyakit pada cabe keriting juga penting agar anda bisa menangani permasalahan tersebut dengan baik. Beberapa hama dan penyakit pada cabe keriting yang sering menyerang di indonesia adalah sebagai berikut:
•  Hama ulat
• Hama tungau
• Hama kutu daun
• Hama lalat buah
• Hama trips

Adapun penyakit yang sering menyerang tanaman cabe keriting adalah sebagai berikut:

•  Bercak daun
• Patek atau antraknosa
• Busuk
• Layu
• Bule atau virus kuning
• Keriting daun atau mosaik

4. 7. Cara mengatasi hama dan penyakit cabe keriting

Adapun jika anda mengalami salah satu permasalahan tersebut maka anda bisa menangani dengan cara teknis dan cara obat. Untuk cara teknis apabila terserang ulat, maka anda bisa pengambilan ulat dimalam hari karena aktivitas mereka biasanya dilakukan pada malam hari. Atau anda juga bisa melakukan penyemprotan apabila serangannya sudah parah. Jenis obat yang bisa anda gunakan adalah insektisida dan penyemprotan sebagainya dilakukan pada malam hari. Penggunaan semprot insektisida cukup efektif dilakukan untuk membasmi hama-hama tersebut diatas. Namun, penyemprotan sebaiknya dilakukan saat hama tersebut beraktivitas bisa sore atau malam.

Sedangkan jika penyakit yang muncul, maka sebaiknya anda memilih bibit yang unggul karena penyakit-penyakit tersebut datang dari virus. Dengan memilih bibit yang tahan akan virus maka tumbuhan akan tahan terhadap virus dan penyakit. Akan tetapi apabila tanaman cabe sudah terserang penyakit parah, maka sebaiknya anda mencabutnya dan membakar tanaman tersebut sebelum akhirnya diganti dengan tanaman yang baru.

5. Cara memanen cabe keriting

Cara membudidayakan cabe keriting juga perlu memperhatikan bagaimana cara memanen tanaman jika sudah siap panen. Untuk pemanenan tanaman cabai ini sendiri, biasanya bisa dilakukan apabila cabe sudah menginjak umur 60 hingga 75 hari. Untuk pemanenan, anda juga jangan sampai memanen buah hingga terlalu tua karena jika terlalu tua maka cabe tidak akan awet maka dari itu lakukanlah penyortiran untuk memanen. Setelah pemetikan pertama, biasanya panen akan terus menerus dilakukan dan selang waktu pemanenannya bisa mencapai 3-4 hari.

6. Menyimpan hasil panen Cabai keriting dan lama simpan

Setelah melakukan pemanenan, maka sebaiknya cabe disimpan ditempat yang sejuk dan tidak lembab. Apabila tempat penyimpanan lembab maka hal itu bisa mengakibatkan tanaman bosok jika disimpan terlalu lama. Akan tetapi, sebagian petani yang ingin menyimpan dalam jangka waktu yang sangat lama, mereka juga bisa menjemur cabe keriting hasil panen untuk dipergunakan sebagai bumbu pedas.

7. Cara memelihara cabai keriting yang sudah tumbuh

Untuk proses pemeliharaan cara membudidayakan cabe keriting harus dilakukan secara rutin. Lakukan penyiraman secukupnya untuk tanaman agar tidak kekeringan. Selain itu, pada dua minggu pertama anda juga diharuskan melakukan penyulaman tanaman jika ada tanaman yang kurang subur atau mati. Selanjutnya agar bisa menopang tumbuhan cabe berdiri tegak maka anda bisa memasangkan tongkat bambu atau ajir. Jika tanaman sudah tumbuh tinggi anda bisa mengikatnya pada ajir tersebut. Tinggi ajir cukup 4 cm saja dari pangkal hingga batang. Setelah itu, saat umur 3 minggu maka anda harus melakukan pemotongan tunas jika ditanam didaratan rendah. Namun jika anda menanamnya didataran tinggi perlu waktu 1 bulan untuk memangkasnya.

Buanglah tunas yang ada pada ketiak daun dan pemotongan ini harus dilakukan hingga cabang utama terbentuk. Setelah itu, anda bisa melakukan pemupukan yang dilakukan 2 minggu sekali. Pemupukan ini sendiri bisa dilakukan lebih 8 kali hingga proses panen. Jangan lupa juga anda untuk selalu rutin membersihkan gulma dan juga penyakit serta hama yang mungkin menyerang tanaman cabe anda karena cabe keriting memang cukup mudah terkena hama penyakit.

8. Berapa Lama Cabai Keriting Bisa Hidup

Lama hidup tanaman cabe sendiri bisa mencapai 80 hari. Akan tetapi, biasanya jika sudah dilakukan panen, lama kelamaan tanaman cabe akan layu dan mati. Sehingga setelah melakukan panen 3-4 kali setelah panen pertama, biasanya tanaman cabe akan dicabut karena sudah tidak layak dan mati dengan sendirinya.

9. Cara mengganti tanaman cabe lama dengan yang baru

Dalam pemeliharaan budidaya cabe keriting, biasanya ada tanaman yang pertumbuhannya kurang dan kadang layu karena terkena penyakit. Oleh karena itu, jika anda mendapati tanaman yang sudah tidak layak anda bisa mencabutnya dan menggantinya dengan yang baru. Untuk cara pergantian, anda hanya perlu melakukannya seperti pada saat penanaman pertama kali. Akan tetapi, tanaman yang lama sebaiknya dibakar agar virusnya tidak menyebar ke tanaman cabe lainnya.

10. Cara membuat bibit baru dari biji cabe

Setelah pemanenan, biasanya para petani akan melakukan pembibitan yang berasal dari hasil panen kemarin. Oleh karena itu, untuk mendapatkan bibit yang unggul sebaiknya anda mencari cabe yang masih bagus agar bisa melahirkan bibit unggulan. Cabe yang bagus sebagai bibit adalah cabe yang berasal dari ukuran panen ke 3 atau ke 4 hal itu disebabkan karena pada masa panen tersebut, benih akan lebih tahan untuk disimpan dimana daya simpannya bisa mencapai 1 tahun. Agar kualitasnya lebih bagus, anda juga bisa menjemur calon bibit tersebut sehingga nantinya bibit-bibit tersebut bisa memiliki ketahanan yang lebih jika dibandingkan dengan bibit lainnya.

Demikianlah beberapa cara penanaman cabe keriting yang perlu anda ketahui apabila ingin menanam cabe. Perlu anda ketahui bahwa petani cabe di indonesia biasanya akan menghasilkan cabe merah 15 - 30 kuintal/ ha. Maksimalnya untuk sekarang ini bisa mencapai 60 kw/ha. Sedangkan keberhasilan budidaya cabe keriting ini sendiri tergantung dari cara petani tersebut menanamnya. Jika para petani mampu memeliharanya dengan baik maka bukan tidak mungkin jika hasil panennya nanti bisa lebih melimpah.

Disclaimer: bila ada pertanyaan kirim ke sealkazz.mizzu@gmail.com
Disqus Comments