Cara Menanam Tomat Dari Biji Agar Di Pollybag / Pekarangan Agar Cepat Berbuah

Cara Menanam Tomat  Dari Biji Agar Di Pollybag / Pekarangan Agar Cepat Berbuah - Tomat merupakan tanaman yang memiliki banyak manfaat. Bisa di makan langsung atau diolah dengan masakan lainnya. Kandungan vitamin c yang tinggi, membuat tomat bisa meningkatkan sistem kekebalan tubuh kita. Budidaya tomat sangatlah mudah, bisa dilakukan di lahan sempit atau di pot. Anda bisa menanamnya di pekarangan rumah dengan mudah. Bila anda ingin menanam tomat untuk di jual kembali, harus mempersiapkan lahan dengan baik. sehingga mampu menghasilkan tanaman yang berkualitas. Berikut ini cara menanam tomat yang harus anda ketahui.

1. Mengenal Sejarah Tomat

Tomat berasal dari negara tropis, amerika tengah dan amerika selatan. Dulu tumbuhan ini hanya tumbuhan liar, tetapi dimanfaatkan orang indian untuk sumber makanan. Orang mexico dan peru mulai membudidayakan tomat dan dinamakan tomat yang artinya tanaman membengkak. Sekitar tahun 1498, tomat mulai dibawa ke dataran eropa oleh columbus. Hingga akhirnya menyebar ke berbagai seluruh dunia, termasuk indonesia. Negara penghasil tomat terbesar adalah amerika, yang memproduksi 4% produksi tomat di dunia.

1.1 Klasifikasi Tanaman Tomat

Devisi                    : Spermatofita
Subdivisi               : Angiospermae
Kelas                     : Dikotiledon
Ordo                      : Solanales
Famili                    : Solanaceae
Genus                   : Lycopersicon
Spesies                : Lycopersicon esculentum Mill. (dahulu Solanum Iycopersicum L.)

1.2 Morfologi pada tanaman tomat terdiri dari : akar, batang, daun, bunga, dan buah.

Berikut ini adalah morfologi pada tanaman tomat.

1.2.1 Morfologi Akar Pada Tanaman Tomat

Tanaman Tomat memiliki 2 perakaran yaitu akar serabut dan akar tunggang. Akar serabut dari tanaman tomat tumbuh ke samping namun cukup dangkal. sedangkan akar tunggang tanaman tomat tumbuh terus menembus kedalam tanah. Sebaiknya untuk menanam tanaman tomat dilakukan pada kondisi tanah yang mengandung banyak unsur hara (subur) dan gembur.

1.2.2 Morfologi Daun Pada Tanaman Tomat

Daun pada tanaman tomat adalah daun majemuk ganjil dengan jumlah 5-7, dengan warna hijau. Bentuk daun pada tanaman tomat adalah oval dengan bagian tepi bergerigi serta membentuk celah-celah menyirip agak melengkung ke dalam. Ukuran daun pada tanaman tomat yaitu panjang 15-30cm dan lebar 10-25cm, sedangkan panjang tangkai 3-6cm.

1.2.3 Morfologi Bunga Pada Tanaman Tomat

Bunga pada tanaman tomat berukuran kecil dengan diameter 2cm dan merupakan bunga hermaprodit. Bunga pada tanaman tomat berwarna kuning dan berbentuk seperti terompet. Jumlah kelopak bunga 5 buah berwarna hijau berbentuk meruncing yang terletak pada pangkal bunga.

Bunga pada tanaman tomat memiliki tangkai yang pendek dengan mahkota yang berbentuk bintang berjumlah 6. Benang sari yang mengelilingi pada putik bunga berjumlah 6/ Letak bunga pada tanaman tomat ialah menggantung, dan tumbuh dari batang yang masih muda.

1.2.4 Morfologi Batang Pada Tanaman Tomat

Batang pada tanaman tomat berbentuk segi empat hinhha bulat dengan struktur yang lunak namun kuat karena dapat menopang buahnya dengan bantuan ajir. Batang tanaman tomat memiliki bulu halus dan diantara bulu tersebut terdapat kelenjar. Batang pada tanaman tomat berwana hijau dengan ruas yang tebal, dan bagian bawah tumbuh ruas akar yang pendek. Batang pada tanaman tomat memiliki banyak cabang, jadi jika tidak dilakukan pemangkasan akan menyebabkan ketidakteraturan.

1.2.5 Morfologi Buah

Buah tomat bermacam-macam bentuk tergantung varietasnya, ada yang bulat, oval, agak lonjong, dan bulat telur. Ukuran buah tomat bervariasi berdasarkan beratnya. Buah tomat terkecil memiliki bobot 8 gram, dan yang paling besar sekitar 180 gram.

Warna buah tomat ada yang merah, belang kemerahan, kekuningan, dan hijau muda. Buah tomat terdapat selaput kulit halus dan tipis dan bisa dikelupas setelah buah masaj.

Rasa buah tomat asam dan manis. Di bagian dalamnya terdapat banyak biji ukuran kecil berwarna putih kekuningan tersusun berkelompok dan dibatasi oleh daging buah.

Buah tomat mengandung banyak air, dengan daging buah lunak agak keras. Semakin matang buah akan semakin banyak kandungan airnya.

2. Jenis Tomat

Inilah jenis tomat yang paling mudah ditemukan di pasaran:

2.1 Tomat Cherry

Dinamakan tomat cherry karena bentuknya mirip dengan buah cherry. Memiliki ukuran yang kecil, berbeda dengan tomat pada umumnya. Buah tomat cherry banyak digunakan untuk campuran tumisan masakan. Selain itu bisa untuk salad atau dikonsumsi langsung. Beratnya hanya sekitar 10-20 gram. Buah tomat cherry berwarna merah, memiliki rasa asam manis yang menyegarkan.

2.2 Tomat Plum

Ukuran tomat plum hampir sama dengan tomat cherry, tetapi bentuknya lebih lonjong sedangkan tomat cherry bulat. Rasanya lebih asam dibandingkan tomat cherry. Ciri dari tomat plum antara lain kulit buah yang lebih tebal, warna kuning orange dan bentuk lonjong. Banyak digunakan untuk pembuatan sambal.

2.3 Tomat Hijau

Seperti namanya, tomat hijau memiliki warna kulit yang hijau. Memiliki rasa asam yang lebih tinggi dibandingkan tomat lainnya. Kandungan airnya juga tidak begitu banyak. sering digunakan untuk campuran sambal cabai hijau, tumis cumi, rawon atau masakan padang. Karena jenis buah ini tidak cepat lembek walaupun di kukus.

2.4 Tomat Beef

Tomat beef memiliki ukuran yang besar, permukaan kulitnya tidak halus dan cenderung memiliki lipatan. Sekilas mirip dengan bentuk buah labu mini. Karena ukuran yang besar, jenis tomat ini sering digunakan untuk isian sandwich. Tomat beef termasuk jenis unggulan karena lebih tahan terhadap hama penyakit.

2.5 Tomat anggur


Ukurannya mirip dengan anggur dan pola tumbuhnya pun sama. Memiliki rasa yang manis, rasa asamnya tidak begitu terasa. Sehingga sering dikonsumsi langsung. Jenis tomat ini jarang ditemukan di indonesia.

2.6 Tomat Yellow Pear

Merupakan tomat berwarna kuning keemasan dengan bentuk seperti pear. Tomat ini adalah salah satu jenis yang langka dan diimpor dari Amerika Serikat.

2.7 Tomat Ungu

Merupakan tomat berwarna kuning keemasan dengan bentuk seperti pear. Tomat ini adalah salah satu jenis yang langka dan diimpor dari Amerika Serikat.
Tomat ungu merupakan jenis tomat yang dihasilkan oleh peneliti dari origon state university. Memiliki warna yang ungu berbeda dengan tomat pada umumnya. Kandungan antioksidan lebih tinggi dibandingkan yang lain. Jenis tomat ini belum dibudidayakan di indonesia, sehingga sulit untuk mendapatkannya.

3. Manfaat Tomat bagi Kesehatan

Begitu banyak manfaat tomat untuk kesehatan. Banyak pakar kesehatan, yang menyarankan untuk konsumsi tomat setiap harinya, karena mampu menghilangkan racun di dalam tubuh. Anda bisa konsumsi tomat langsung atau diolah menjadi jus. Berikut ini manfaat tomat bagi kesehatan yang harus diketahui:

• Mengurangi resiko penyakit jantung
• Mengatasi penyakit diabetes
• Menurunkan kolesterol
• Menurunkan risiko kanker prostat
• Menurunkan tekanan darah
• Mengurangi resiko stroke
• Antioksidan alami
• Baik untuk kesehatan kulit

3.1 Kandungan nutrisi tomat

Manfaat tomat yang banyak dikarenakan kandungan nutrisinya yang tinggi. Buah ini mengandung vitamin lengkap yang baik untuk kesehatan. Selain itu mengandung nutrisi lain yang sangat dibutuhkan tubuh. Berikut ini kandungan nutrisi di dalam tomat.

4. Cara Menanam Tomat di Pollybag / Di Pekarangan Agar Cepat Berbuah

Penanaman tomat harus dilakukan secara insentif, harus mempertimbangkan faktor yang mempengaruhi tumbuh kembangnya. Buah ini harus diperhatikan kondisinya dengan baik, sehingga mampu menghasilkan buah yang banyak. Berikut ini cara menanam tomat yang baik dan benar.

4.1 Memilih Bibit

Bibit yang berkualitas harus memenuhi kriteria sebagai berikut:
• Biji tidak cacat dan utuh. Biji yang cacat akan sulit tumbuh
• Biji yang sehat, tidak terserang hama penyakit
• Benih biji harus bersih
• Pilih biji yang tidak keriput

4.2 Menanam di pekarangan atau tomat

Tomat bisa ditanam di mana saja, bisa di pekarangan atau pot. Bila anda ingin membudidayakan di rumah untuk konsumsi sendiri, bisa menanam tomat di pot atau polybag. Sehingga tidak harus membutuhkan lahan yang besar. Tetapi jika ingin budidaya tomat untuk dijual lagi atau bisnis, lebih baik di tanam di lahan terbuka. Karena lebih hemat tempat dan biaya dibandingkan menanam di polybag.

4.3  Cara Semai Tomat di bedengan / Lahan Pekarangan


• Cangkul tanah yang digunakan untuk bedengan sedalam 30 cm. tinggi bedangan sekitar 30 cm dan lebar 110-120 cm.
• Tambahkan pupuk kandang ke lahan bedengan dan aduk rata. Bila ukuran bedengan 1 x 2 m, dibutuhkan pupuk sebanyak 10-20 kg. Dengan perbandingan 1:3.
• Keringkan bedengan selama 4-5 hari dan bersihkan bedengan dari gulma
• Buat naungan untuk menghindari air hujan dan terik matahari
• Sirami bedengan sehari sebelum proses persemaian
• Sebar benih secara merata di bedengan tutup benih dengan tanah secara tipis
• Jika sudah muncul kecambah, buka naungan. Tetapi bila kondisi hujan lebih baik naungan di tutup.

4.4 Cara Semai Tomat di kotak


• Buat kotak semai dengan kayu ukuran panjang 50-60 cm, tinggi 25-30 cm dan lebar 30-40 cm. anda juga bisa menggunakan semen atau plastik dengan ukuran sma. Dibagian dasar kotak diberi lubang dengan diameter 0,5 cm
• Masukan tanah dan pupuk kandang setinggi 12 cm dengan perbandingan 1:2 atau 1:1.
• Siram media tanam sebelum ditanam benih
• Benih di tanam dengan jarak 5 cm dan kedalaman 1 cm. bagian atasnya tutup dengan tanah halus.
• Bibit yang sudah berumur 7-10 hari, bisa dipindahkan ke polybag untuk ditumbuhkan sampai ukuran tertentu dan siap dipindahkan ke lahan luas.

4.5  Cara Semai Tomat di Pollybag


Dilakukan untuk membuat bibit bisa tumbuh kembang dengan baik. bisa menggunakan polybag berukuran 5 x 8 cm atau bumbuhan dari daun pisang, caranya :

• Masukan media tanam tanah dan pupuk kandang di bumbuhan atau polybag
• Pindahkan bibit dari tempat persemaian ke bumbuhan
• Buat lubang di media tanam bumbuhan sedalam 1 cm
• Masukan bibit ke dalam lubang, kemudian tutup kembali dengan tanah
• Letakan bumbuhan di tempat yang teduh
• Siram bibit setiap pagi dan sore secara rutin
• Proses ini dilakukan selam 14-21 hari atau hingga bibit memiliki 4-5 helai daun dan tinggi 15 cm

4.6  Pemindahan bibit dan pengolahan media tanam

Bibit bisa dipindah ke lahan yang lebih luas, setelah berumur 30-35 hari setelah persemaian. Penanaman dilakukan pada sore atau pagi hari. proses pemindahan bisa dilakukan secara sistem cabut, mengeluarkan bibit dari polybag atau putaran. Sebelumnya lakukan pengolahan media tanam di lahan luas dengan cara:

4.6.1 Proses persiapan

Tanah disiapkan sekitar 21 hari sebelum masa tanam, sehingga tanah lebih siap untuk ditanami bibit tomat.

4.6.2 Pengolahan tanah

Proses pengolahan tanah dilakukan secara tiga tahap yaitu:
o Mencangkul tanah, sehingga bagian tanah dilapis dalam bisa terangkat keluar dan tercampur rata. Kedalaman tanah sekitar 25-30 cm
o Tanah digemburkan dengan mencangkul sedikit demi sedikit, sehingga tidak ada tanah bongkahan
o Campur tanah dengan pupuk kandang sekitar 15-20 ton/ha. Kemudian cangkuli sehingga rata dengan tanah

4.6.3 Membuat bedengan

Jika anda melakukan penyemaian lewat bedengan, tidak perlu membuat bedengan lagi. Tetapi bila penyemaian di kotak,berarti harus membuat bedengan. Ukuran bendangan lebar 1 meter dan tinggi 30 cm. untuk panjanganya sesuai luas lahan yang digunakan. Jika penanaman di lakukan saat musim hujan, bedengan dibuat lebih tinggi sekitar 45 cm. parit memiliki kedalaman 30 cm dan lebar 20-30 cm. Disekeliling bedengan dibuat saluran air lebar 50 cm dan kedalaman 50 cm.

4.6.4 Pemupukan

Sebelum penanaman, lahan diberi pupuk lagi yaitu pupuk SP36 dan pupuk kompos.

4.6.5 Pemberian mulsa

Mulsa menggunakan plastik berwarna hitam perak atau jerami padi. Pemberian mulsa digunakan untuk menghindari tumbuhnya rumput liar terlalu banyak.

4.7 Proses Penanaman



Agar tanaman tomat Anda tumbuh dengan baik dan cepat berbuah, perhatikan beberapa poin penting berikut ini:

4.7.1 Pola tanam

Ada dua pola tanam yang bisa digunakan yaitu sistem bebas dan sistem rempel. Untuk sistem rempel memiliki jarak antar tanaman 50 cm x 50 cm dengan bentuk segitiga sama sisi atau bujur sangkar. Sistem ini nantinya tunas yang tumbuh dipotongi sedikit demi sedikit, sehingga tersisa satu batang yang tidak memiliki cabang. Sedangkan sistem bebas memiliki jarak tanam 80 x 80 cm, 80 x 100 cm, atau 100 x 100 cm. bentuknya segi panjang, bujur sangkar atau segitiga sama sisi. Pohon dibiarkan tubuh bercabang-cabang sesuai bentuknya.

4.7.2 Membuat lubang tanam

Bedengan yang sudah disiapkan, dialiri air terlebih dahulu. Supaya kondisi tanah basah dan memudahkan proses penanaman. Bedangan yang sudah tertutup mulsa, dibuat lubang sedalam 15 cm dan diameter 7-8 cm.

4.7.3 Proses penanaman

Penanaman di musim kemarau menggunakan mulsa plastik hitam perak, sedangkan musim hujan menggunakan plastik transparan. Kemudian masukan benih di dalam lubang yang sudah disiapkan sebelumnya.

4.8 Kebutuhan air dan sinar matahari

Tomat yang sudah ditanam jangan terlalu sering di siram. Penyiraman terus menerus akan membuat tanaman tumbuh terlalu panjang dan tidak bisa menyerap unsur hara. Selain itu tanaman lebih mudah terserang penyakit, tetapi bila kekurangan air juga bisa membuat pertumbuhannya terganggu. Oleh karena itu harus dilakukan penyiraman dengan cukup. Untuk tanaman yang sudah tumbuh membutuhkan sinar matahari cukup. Suhunya sekitar 20-25 derajat celcius.

4.9 Pemupukan Yang baik untuk tomat

Anda bisa menggunakan pupuk anorganik dengan takaran sebagai berikut:

• Pupuk ZA sebanyak 500 kg/ha diberikan 4 tahap. 200 kg/ha saat awal menanam, 100 kg/ha saat berumur 10 hari, 100 kg/ha saat umur 24 hari dan 100 kg/ha saat berumur 44 hari
• Pupuk SP36 170 kg/ha saat tanam
• Pupuk KCI 220 kg/ha diberikan 3 tahap : 120 kg/ha saat tanam. 60 kg/ha saat umur 24 hari dan 40 kg/ha saat umur 44 hari.

4.10 Hama Dan Penyakit Pada Tomat

Tomat termasuk tanaman yang rentan terhadap hama penyakit. Oleh karena itu anda harus mengatasinya dengan baik. Berikut ini beberapa jenis hama dan penyakit yang menyerang tanaman tomat.

4.10.1 Hama Pada Tanaman Tomat

• Gurem menyerang daun, bunga dan daun
• Ulat tanah menyerang batang
• Cacing menyerang akar
• Siput atau bekicot menyerang daun
• Kutu pucuk menyerang pucuk tanaman

4.10.2 Penyakit Pada Tanaman Tomat

• Penyakit jamur Phythophthora
• Penyakit layu
• Penyakit akar
• Penyakit virus mozaik
• Penyakit bengkak akar
• Busuk ujung buah tomat

4.11 Cara Mengatasi Hama dan Penyakit tomat

Mengatasi hama dan penyakit tomat harus disesuaikan dengan jenisnya. Untuk hama gurem misalnya, harus dikendalikan dengan obat kimiawi. Yaitu menggunakan copper fungisida dan dieldrin. Penyakit yang disebabkan jamur harus diatasi dengan fungsida. Selain itu ada penyakit yang dikendalikan secara mekanik, yaitu mencampur tanaman yang terinfeksi dan membersihkan gulma di sekitar tanaman.

5. Cara Memanen Tomat


Pemanenan dilakukan setelah tanaman berumur 60-100 hari, tergantung dengan jenisnya. Buah siap dipetik bila dilihat dari ukuran buah, warna kulit, bagian batang menguning dan bagian tepi daun tua mengering. Proses pemanenannya dilakukan dengan cara sebagai berikut:

• Waktu pemetikan dilakukan pada pagi atau sore hari. saat cuaca cerah, jangan dilakukan pada siang hari karena akan membuat buah cepat layu. Selain itu daya simpannya lebih pendek, sehingga mudah busuk
• Pemetikannya dilakukan dengan tangan. Memotong buah secara hati-hati, sampai bagian tangkai terputus
• Pemetikan buah tidak bisa dilakukan langsung, karena matangnya buah tidak sama. Anda bisa melakukan pemetikan dengan jarak 2-3 hari sampai seluruh tomat di lahan habis.

6. Cara Menyimpan Hasil Panen dan Lama Simpan

Tomat harus disimpan di suhu yang tepat. Jangan diletakan di dekat cahaya matahari karena akan membuat buahnya cepat busuk. Buah tomat yang sudah matang harus disimpan di suhu 8-10 derajat celcius dengan kelembaban 80-85%. Kondisi ini bisa membuat tomat bertahan selama 1-2 minggu.
Buah yang disimpan diatas 25 derajat celcius, akan menghambat terbentuknya zat warna merah. Sehingga warna buah menjadi jingga dan cepat busuk. Tomat harus disimpan dalam sirkulasi udara yang baik. saat penyimpanan hindari disimpan bersamaan dengan buat yang peka terhadap ethylene, karena tomat dapat mengeluarkan zat ethylene yang banyak.

7. Cara Memelihara Tanaman Tomat Yang Sudah Tumbuh

Ada pemeliharaan tanaman tomat yang harus dilakukan, sehingga bisa tumbuh dengan baik dan menghasilkan buah yang banyak. cara pemeliharaannya antara lain :

7.1 Penyulaman

Penyulaman dilakukan untuk mengganti tanaman mati, pertumbuhan tidak normal, atau rusak. proses ini dilakukan satu minggu setelah penanaman.

7.2 Penyiangan

Penyiangan dilakukan untuk membersihkan area tumbuh dari gulma. Tanaman tomat harus bersih dari gulma, supaya tidak merebut unsur haranya.

7.3 Pembubunan

Dilakukan untuk memperbaiki udara di dalam tanah dan mengurangi zat beracun. Sehingga akar bisa tumbuh dengan lebih cepat dan baik.

7.4 Perempelan

Tunas yang tumbuh di sekitar ketiak daun harus dibersihkan. Sehingga tidak membuat cabang terlalu banyak. perempelan dilakukan setiap 1 minggu sekali. Perempelan dilakukan dengan hati-hati, sehingga tidak merusak tanaman tomat.

7.5 Pemupukan

Pemupukan dilakukan sebanyak 3-4 kali sampai masa panen. Bisa menggunakan pupuk organik atau anorganik.

7.6 Pemasangan ajir

Pemasangan ajir dilakukan saat tumbuhan sudah tinggi, sehingga tidak mudah roboh terkena air.

7.7 Pemangkasan cabang

Pemangkasan dilakukan untuk meninggalkan satu batang utama, sehingga tanaman menghasilkan buah tomat yang lebih banyak dan besar.

8. Berapa Lama Pohon Tomat dapat Hidup?

Tomat bisa dipanen setelah berumur 90-100 hari. Dalam rentang waktu 2-3 hari dilakukan panen sampai semua habis. Setelah itu tanaman tomat akan layu dan mati. Sehingga harus diganti dengan tanaman baru.

9. Cara Mengganti Tanaman Tomat Lama dengan Tomat Baru

untuk mengganti tanaman tomat lama dengan tomat baru, harus dilakukan dengan pembenihan baru. Tomat tidak bisa dilakukan stek atau cangkok, karena batangnya tidak berkayu atau tidak memiliki kambium. Sehingga proses pergantian tanaman hanya bisa dilakukan dengan penyemaian biji

10. Cara Membuat Bibit Baru Dari Biji

Membuat bibit tomat baru sangat mudah. Ambilah biji tomat dari buah yang kualitasnya baik. kemudian jemur biji tersebut. Proses penyemaianya bisa dilakukan di bedengan atau kotak semai. Siapkan kotak semai dengan mencampurkan tanah dan pupuk perbandingan 1:1. Kemudian tabur biji di kotak tersebut. Setelah muncul tunas baru, bisa dipindahkan ke polybag.

11. Bisakah Stek/Cangkok Pada Tanaman Tomat?

Stek atau cangkok hanya bisa dilakukan pada tanaman yang memiliki kambium. Tomat termasuk tanaman yang tidak memiliki kambium. Oleh karena itu tanaman ini tidak bisa dilakukan proses stek atau cangkok.

Itulah sedikit informasi yang bisa kami sampaikan tentang cara menanam tomat. Semoga bisa memberikan informasi yang bermanfaat.

Disclaimer: bila ada pertanyaan kirim ke sealkazz.mizzu@gmail.com
Disqus Comments