Cara Menanam Bawang Merah di Pot / Pollybag / Pekarangan / Bedengan

Cara Menanam Bawang Merah di Pot / Pollybag / Pekarangan / Bedengan - cara penanaman bawang merah bisa dilakukan dengan baik apabila anda memperhatikan lebih detail mulai dari pemeliharaan lahan hingga pemilihan bibit bawang unggulan.

1. Pengenalan Bawang Merah

Bawang merah merupakan salah satu jenis tanaman holtikultura yang berasal dari Iran, Pakistan dan pegunungan-pegunungan sebelah utaranya. Tanaman ini sendiri biasanya digunakan sebagai jenis bumbu untuk kehidupan sehari-hari. Bawang merah sendiri memiliki nama latin Allium Cepa L. yang merupakan tanaman musiman dan banyak dibutuhkan untuk kehidupan sehari-hari karena kebutuan bawang merah dari tahun ke tahun semakin meningkat. Namun meskipun begitu, budidaya bawang ini sendiri lebih cocok apabila dilakukan ketika musim panas tiba karena tanaman memerlukan penyinaran matahari lebih dari 12 jam setiap harinya sehingga apabila dilakukan penanaman dimusim penghujan maka prosentasi gagal panennya lebih besar. Oleh karena itu, mengetahui cara penanaman bawang merah sangat penting agar para petani bisa mendapatkan keuntungan dari hasil budidayanya.

1.1 Klasifikasi bawang merah

Kingdom : Plantae
Sub kingdom : Tracheobionta
Super divisio : Spermatophyta
Divisio : Magnoliophyta
Kelas : Liliopsida
Sub kelas : Lilidae
Ordo : Lililales
Famili : Liliaceae
Genus : Allium
Spesies : Allium cepa L. Var. Aggregatum

Sumber data : Cross, H., Tilby, M., Chipman, J., D. Anda Gescher, A. ( 1998 )

1.2 Morfologi Tanaman Bawang Merah

Berikut ini adalah morfologi / ciri-ciri tanaman Bawang Merah

1.2.1 Morfologi Akar Bawang Merah

Perakaran dangkal, bercabang memancar, kedalaman 15 - 30cm, tumbuh disekitar bawang merah

1.2.2 Morfologi Batang Bawang Merah

Memiliki batang sejati disebut diskus. Berbentuk seperti cakram, tipis dan pendek. Di bagian atas terdapat batang semu tersusun atas pelepah - pelepah daun dan batang semu berada didalam tanah dan berguna untuk menjadi umbi lapis.

1.2.3 Morfologi Daun Bawang Merah

Bentuk silindris kecil memanjang  berukuran 50-70 cm, memiliki lubang di bagian tengah. Pangkal daunnya berbentuk runcing. Berwarna hijau muda sampai tua, melekat di tangkai dengan ukuran pendek.

1.2.4 Morfologi Bunga Bawang Merah

Memiliki panjang 30-90cm, pangkal ujung kuntum bunga seperti payung. Terdiri dari 5-6 helai daun bunga berwarna putih, 6 benang sari berwarna hijau hingga kekuningan. Memiliki 1 putik dan bakal buah berbentuk segitiga. Merupakan bunga sempurna dan mampu melakukan penyerbukan sendir.

1.2.5 Morfologi Buah dan Biji Bawang Merah

Berbentuk bulat dengan bagian ujung tumpul terbungkus biji berjumlah 2 - 3 butir. Bentuk  pipih berwarna bening keputihan dan agak berwarna kecoklatan dan kehitaman. Kebanyakan biji bawang merah dapat dilakukan secara generatif (seksual)

2. Jenis Bawang Merah

Jenis-jenis atau varietas dari bawang merah ini sendiri bisa dibilang cukup banyak dan varietas yang dibudidayakan juga sangat bervariasi. Namun, diantara banyaknya jenis benih tersebut, kita bisa menjumpai benih lokal hingga jenis hibrida impor. Selain itu, bentuk benih yang dijual juga cukup bervariasi ada yang berupa biji dan ada juga benih yang berupa umbi. Adapun para petani biasanya menggunakan jenis yang kedua untuk dijadikan bibit budidaya bawang merah. Adapun untuk dijadikannya bibit, bibit yang baik adalah benih dari umbi yang dipanen tua sekitar usia 80 - 100 hari tergantung pada lokasi tanam anda.

3. Manfaat Bawang merah bagi kesehatan

Tidak hanya digunakan sebagai bumbu masakan saja, akan tetapi bawang merah juga ternyata memiliki manfaat yang cukup bagus untuk tubuh kita. Hal itu disebabkan karena bahan makanan jenis umbi bakar ini didalamnya terdapat kandungan yang sangat bagus untuk tubuh seperti antibakteri dan antiseptik. Beberapa manfaat yang biasa kita jumpai pada bawang merah adalah mencegah kanker. Sudah menjadi rahasia umum bahwa bawang merah telah menjadi salah satu obat mujarab penghancur kanker sel kolon dan payudara. Hal itu disebabkan karena didalamnya mengandung quercetin dan antosianin yang dipercaya mampu menghambat dan menghancurkan sel kanker dalam tubuh. Selain itu, kandungan gizi pada/ nutrisi pada bawang merah juga cukup bagus.

3.1. Kandungan nutrisi yang terdapat pada bawang merah



Jika kita teliti pada kandungannya, maka kita bisa mendapatkan banyak sekali manfaat dari bawang merah ini. Berikut ini beberapa kandungan dari bawang merah yang bisa anda manfaatkan untuk kesehatan tubuh.

Vitamin C

Kandungan pertama yang bisa kita dapatkan adalah vitamin C yang mana vitamin ini sangat beragam manfaatnya seperti membantu melindungi dan menjaga sel-sel tubuh agar tetap sehat. Selain itu juga mampu pembentukan kolagen dan mengandung antioksidan yang akan melindungi tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas, bahan kimia beracun dan polusi.

Vitamin B6

Selain vitamin C, pada bawang merah juga terdapat vitamin B6 yang memiliki peran pada pembentukan sel darah merah. Selain itu, Vitamin B6 juga bisa digunakan untuk mengurangi mual dan muntah-muntah pada ibu hamil.

Antioksidan

Bawang merah memang memiliki kandungan antioksidan flavanoid, yang mana kandungan ini berfungsi untuk melindungi tubuh dari radikal bebas serta bisa mengurangi resiko terkena kanker, penyakit jantung, dan diabetes. Penelitian laboratorium juga menunjukkan bahwa kandungan ini bisa menghambat pertumbuhan sel kanker dalam tubuh.

Folat (Vitamin B9)

Zat ini memang tidak asing bagi ibu hamil karena folat memang memiliki banyak manfaat bagi kesehatan seperti mencegah cacat janin didalam kandungan serta memlihara kesehatan ibu dan janin selama kehamilan. Selain itu, bersama vitamin B6, folat juga bisa sangat baik mencegah penyakit jantung dan stroke.

Selain kandungan-kandungan tersebut, bawang merah juga mengandung serat, karbohidrat, dan air sehingga umbian kecil ini ternyata mengandung banyak sekali nutrisi yang penting untuk tubuh kita.

4. Cara menanam bawang merah

Tips menanam bawang merah memang bisa dikatakan gampang-gampang susah karena tanaman ini termasuk tanaman musiman. Terlebih tanaman bawang bisa dipanen dengan baik apabila ditanam pada musim kemarau. Bidang tanah yang perlu digunakan untuk membudidayakan bawang juga perlu diperhatikan. Untuk bawang merah sendiri, sebaiknya anda berada di ketinggian 0 - 900 dibawah permukaan laut. Sehingga, dengan kata lain bawang merah sangat cocok untuk ditanam didataran rendah dan sedang. Sedangkan suhu yang harus dijaga pada kisaran 25 hingga 35 derajat celcius dan batas keasaman tanah adalah sekitar pH 5,6 - 7. Apabila sudah mempersiapkan lahannya, maka kalian perlu melakukan beberapa step. Berikut ini tahapan dan tips yang wajib kalian ikuti agar budidaya bawang kalian bisa berhasil.

4. 1. Pemilihan bibit

Pemilihan bibit sangat penting untuk budidaya bawang merah terlebih jenis dan varian bawang merah memang cukup banyak. Akan tetapi, menurut para petani bawang merah, bibit yang unggul adalah yang masih berupa umbi. Sedangkan jenis yang paling bagus adalah yang memiliki usia 80 - 100 hari tergantung lokasi tanam anda.
Terkait dengan pemilihan bibit unggulan, ada baiknya juga anda menyiapkan bibit yang kurang dari 2 bulan. Selain itu, ada juga menggores pada bagian ujung umbi sekitar 0,5 cm. Hal itu bertujuan agar bisa memecah masa dorman sehingga mempercepat tumbuhnya tunas tanaman.

4.2. Cara Menanam Bawang Merah di Pot / Pollybag

Pada media tanam ini, bawang merah bisa dikatakan cukup fleksibel karena anda bisa menanamnya di pekarangan ataupun menggunakan pot / pollybag sebagai media tanamnya. Jika kalian menanan dipekarangan, maka anda perlu memperhatikan jarak tanamnya. Pada dasarnya, di pekarangan ataupun dipot sama saja yang penting posisi bawang merah tidak terlalu berdekatan karena jika berdekatan maka akan menghambat pertumbuhan bawang itu sendiri.

Berikut adalah cara menanam bawang merah di pot / pollybag:
• Siapkan pot / pollybag ukuran 30 x 40
• Beli media tanam yang tersedia di toko-toko pertanian, dan masukkan kedalam pot / pollybag
• Siapkan benih sebanyak 3 buah saja untuk pot / pollybag ukuran 30 x 40 agar pertumbuhannya maksimal

• Potong bagian atasnya yang menguncup sebanyak 1/4 bagian
• Pendam bawang merah kedalam media tanam yang sudah disiapkan didalam pot/ pollybag
• Pendam dengan bagian atas bawang merah yang telah dipotong tetap terkena udara dan sinar matahari
• Tanam di pagi / sore hari karena saat siang udara lebih kering dan merupakan saat tanaman berfotosintesis
• Sirami setiap hari di pagi hari / sore hari
• Jika mau dipupuk susulan gunakan pupuk bokashi sesuai takaran yang ada di botol pupuk, atau menggunakan pupuk cair sesuai takaran yang ada di botol

4. 3. Cara Menanam Bawang Merah di Pekarangan / Bedengan


Terkait dengan pengolahan tanah, maka hal pertama yang penting kalian lakukan adalah pembabatan rumput dan gulma. Setelah itu, buatlah bedengan dengan lebar sekitar 1 - 1.2 meter dan panjang bisa disesuaikan dengan keadaan lahan anda. Jarak antar bedengan juga sekitar 20 - 30 cm dengan kedalaman parit 20 - 30 cm. Adapun untuk jumlah benih, bisa tergantung varietas yang akan ditanam. Untuk jarak tanamnya sendiri adalah 20 x 20 dengan bobot benih 5 gram dibutuhkan sekitar 1,4 ton untuk tiap hektarnya. Sedangkan jika menggunakan jarak tanam 15 x 15 dibutuhkan sekitar 2.4 ton benih per hektar. Dengan kata lain, jika ukuran dan berat benih lebih kecil maka kebutuhan bibit per hektarnya juga lebih sedikit. Sedangkan jika anda ingin menanamnya dipot, jarak yang bawang bisa disesuaikan dan jangan terlalu rapat.

Setelah itu, gemburkanlah tanah dibedengan dengan cara mencangkulnya sedalam 20 cm. Bentuk permukaan bedengan menjadi rata. Apabila keasaman pada tanah kurang dari pH 5,6 maka anda bisa menggunakan kapur atau domilit sebanyak 1-1,5 ton untuk satu hektar lahan. Penambahan kapur ini sendiri hendaknya dilakukan sekitar 2 minggu sebelum tanah ditanami bawang merah. Dengan begitu, maka bawang akan tumbuh lebih subur dibandingkan dengan yang lainnya.

Setelah persiapan lahan selanjutnya adalah menanam bibit bawang merah. Potong bagian atas bawang merah yang mengerucut sebanayak 1/4 bagian untuk merangsang pertumbuhan tunas baru. Masukan bagian bawah ke tanah dengan bagian atas terkena udara dan sinar matahari langsung. Usahakan menanam di pagi / sore hari. Kalau di siang hari tumbuhan akan berfotosintesis dan udara akan terasa kebih kering.

4. 4. Kebutuhan Air dan Sinar matahari

Setelah melakukan pengolahan lahan, maka cara menanam bawang yang tidak kalah penting adalah penyiraman tanaman. Aktivitas ini sendiri sebaiknya dilakukan dua kali sehari dan dilakukan pada pagi dan sore hari. Hal ini dilakukan dari awal penanaman sampai tanaman berusia 10 hari. Selanjutnya, frekuensinya dikurangi menjadi satu kali dalam sehari. Dengan begitu, maka tanaman bawang bisa tumbuh dengan baik dan tidak mengalami kendala sama sekali. Dari sini kita juga perlu mencermati bahwa bawang tidak terlalu banyak membutuhkan air.

Jangan lupa juga dengan suhu yang dibutuhkan oleh tanaman bawang. Karena tanaman ini membutuhkan banyak sinar matahari yaitu lebih dari 12 jam, maka suhu terbaik yang dibutukan oleh tanaman bawang adalah sekitar 25 - 32 derajat celcius. Sedangkan penyinarannya adalah sekitar 75%.

4. 5. Pemupukan yang baik untuk bawang merah

Selanjutnya, cara penanaman bawang merah yang perlu dilakukan adalah pemberian pupuk tambahan yang dilakukan ketika tanaman bawang sudah berumur 2 minggu dari awal tanam. Adapun jenis pupuk yang sering digunakan adalah pupuk campuran KCI, ZA, dan Urea. Sedangkan takaran yang perlu dikomposiskan dari ketiganya adalah 112 kg, 200 kg dan 93 kg. Berikutnya setelah usia sudah memasuki 5 minggu maka anda bisa menggunakan pupuk urea 47 kg, ZA 100 kg, dan KCI 56 kg per hektar. Pemupukan ini sendiri bisa dilakukan dengan cara membuat guritan disekitar tanaman.

4. 6. Hama dan penyakit

Terkait dengan hama yang sering menyerang tanaman bawang, kita bisa mendapatkan beberapa jenis hama dan penyakit yang wajib diperhatikan karena keduanya bisa datang sewaktu-waktu sehingga perlu diatasi sedini mungkin. Namun, hama pada umumnya yang sering menyerang tanaman bawang adalah hama ulat dan penyakit layu. Hama ulat sendiri biasanya sering menyerang pada bagian daun bawang sedangkan gejala tersebut biasanya bisa dilihat dari bercak putih pada daun dimana jika anda meneropongnya maka akan terlihat jelas bekas gigitan ulat.

4. 7. Cara mengatasi Hama dan Penyakit

Setelah mengetahui beberapa jenis hama dan penyakit, maka tips budidaya tanaman bawang selanjutnya adalah melakukan pengendalian hama dan penyakit tersebut. Untuk melakukannya, anda bisa melakukan secara manual yaitu anda bisa mengambil ulat dan telur secara langsung dan kemudian dimusnahkan. Apabila budidaya bawang dilakukan dalam skala besar, penanggulangan hama bisa dilakukan dengan menggunakan feromon sex perangkap. Anda bisa menggunakan sekitar 40 buah untuk setiap hektarnya. Namun jika serangannya hebat, anda bisa melakukan penyemprotan dengan insektisida berbahan aktif klorfirfos.

Adapun jika penyakit layu menyerang, maka anda bisa melihat gejala-gejalanya seperti daun menguning seperti terpilin. Bagian pangkal juga akan membusuk. Oleh karena itu, jika terkena penyakit ini maka segera cabut dan bakar bawang merah tersebut dan langkah selanjutnya adalah dengan menyemprotkan fungisida kepada tanaman.

5. Cara Memanen Bawang Merah

Setelah mengetahui bagaimana cara membudidayakannya, maka kalian juga perlu mengetahui bagaimana cara memanennya. Untuk memanen, kita bisa melakukannya apabila 60-70% daun bawang sudah mulai rebah. Selain itu, anda juga bisa melakukan pemeriksaan umbi secara acak. Namun meskipun begitu, jika anda menggunakan bibit dari umbi maka tingkat daun yang rebah harus mencapai 90%. Namun jika anda masih bingung, anda bisa memanen bawang dengan cara melihat umur bawang tersebut. Biasanya bawang merah bisa dipanen dalam rentang waktu 55 - 70 hari sejak tanam. Terkait dengan produktivitas, tanaman bawang merah tergantung dengan iklim cuaca dan jenis bawang yang ditanam.

6. Menyimpan hasil Panen Bawang Merah dan Lama Simpan



Adapun umbi bawang yang sudah dipanen selanjutnya adalah dilakukan proses pengeringan. Untuk mengeringkan bawang merah sendiri anda bisa melakukannya selama 7 - 14 hari. Apabila kadar air pada bawang sudah turun menjadi 85% berarti bawang kering sudah siap untuk dipasarkan. Jika bawang sudah kering, anda juga bisa menyimpannya digudang atau di para-para atau anda juga bisa melakukan pengasapan agar bawang tersebut tahan lama dan tidak mudah busuk.

7. Cara memelihara bawang merah yang sudah tumbuh

Apabila bawang merah sudah tumbuh, cara membudidayakan bawang merah sebenarnya hanya perlu pengairan dan penyiangan yang cukup. Yang perlu kalian ingat, tanaman bawang memang membutuhkan banyak air namun tanaman tersebut tidak tahan dengan becek ataupun genangan. Oleh karena itu, penyiraman dengan metode leb (memasukkan air hingga merata) sangat bagus untuk digunakan dipesawahan. Adapun untuk lahan kering, ada baiknya anda menggunakan gembor atau selang.

Selain kedua hak tersebut, anda juga perlu memperhatikan serangan hama dan penyakit yang bisa muncul kapan saja. Untuk serangan hama ulat, anda bisa merotasi tanaman, waktu tanam serempak, atau bisa menggunakan pengendalian secara kimiawi yaitu menggunakan Curacron 50 EC, Diasinon 60 EC ataupun Bayrusil 35 EC. Namun, penggunaan secara kimiawi juga jangan terburu-buru karena penggunaan pestisida dilakukan apabila intensitas penyakit sudah melebihi ambang batas ekonomi.

8. Berapa Lama Bawang Merah dapat Hidup

Karena bawang merah merupakan tanaman yang langsung dipanen pada umbinya, maka masa hidup bawang merah adalah sekitar 55 - 70 hari sejak masa tanam. Adapun apabila dibiarkan hingga melebihi waktu tersebut, maka biasanya umbi bawang akan busuk dan akan mati.

9. Cara mengganti Tanaman Bawang Merah dengan Bawang Baru

Terkadang hama yang sangat besar mengakibatkan bawang lama rusak dan tidak bisa bertahan. Oleh karena itu, jika hal tersebut terjadi maka cara menanam bawang selanjutnya adalah bagaimana caranya menggantikan tanaman bawang yang lama dengan yang baru. Caranya sebenarnya hampir mirip seperti pada penanaman diawal diantaranya:
• Melakukan pembersihan gulma,
• Diberikan pupuk dasar yang mana anda bisa menggunakan pupuk kandang atau kotoran ayam, atau kompos, pupuk buatan, atau yang lainnya.
• Memperhatikan pH tanah

10. Cara membuat bibit baru dari Biji

Kunci dari semuanya memang pada pembuatan bibit. Apabila anda mampu membuat bibit unggulan maka hasil panennya juga lebih baik selama anda melakukan perawatan bawang merah dengan baik pula. Sedangkan untuk membuat bibit yang berkualitas, anda bisa memperhatikan beberapa tips berikut agar hasilnya lebih baik.
• Pilihlah bibit dengan ukuran sedang, sehat, keras dan permukaan kulit licin/ mengkilap.
• Ukuran umbi bibit yang optimal yaitu 3-4 gram/ umbi
• Umbi telah disimpan sekitar 2 - 3 bulan dan umbi masih dalam ikatan
• Umbi dianjurkan adalah Kuning, Bima Brebes, bangkok, Kuning Gombong, dsb
• Untuk dataran medium dan dataran tinggi ada baiknya memilih sumenep, menteng, klon no. 88, bangkok 2

Selain umbi, anda juga bisa menanam bawang melalui biji bawang dimana benih ini banyak kita jumpai ditoko-toko pertanian. Namun jika anda memilih bibit dari biji bawang, maka cara penanaman bawang merah dengan biji ini bisa dilakukan dengan cara menggores ujung umbi. Goresan tersebut bisa dilakukan sekitar 0,5 cm. Dengan dilakukannya penggoresan maka masa dorman pecah akan lebih cepat sehingga tunas yang muncul juga akan semakin cepat. Dengan demikian, bawang merah akan semakin cepat tumbuh.

Disclaimer: bila ada pertanyaan kirim ke sealkazz.mizzu@gmail.com
Disqus Comments